fbpx
Hubungan

7 Cara Move On Yang Baik

Cara move on yang baik adalah hal yang digumuli semua orang yang baru saja putus. Putus dengan pacar merupakan pengalaman traumatis yang pernah dirasakan hampir semua orang, setidaknya sekali dalam hidup. Menanam harapan dan masa depan pada pasangan bisa sangat menyakitkan ketika putus, merampas tak hanya dirinya sebagai individu, tetapi juga semua harapan yang ditanam. Penelitian mengatakan rata-rata orang menghabiskan delapan belas bulan dalam hidupnya menggumuli hubungan yang gagal.

Pria pada umumnya memilih mengisolasikan diri dibanding menghadapi pergumulannya, entah itu karena faktor budaya maskulin di tempat dia tinggal, ataupun takut di hakimi oleh sesamanya, memang kesannya masalah dapat diselesaikan dengan waktu tetapi itu bukan cara move on yang efektif. Menspire memberikan tips-tips cara move on yang bisa membantumu melewati masa kelam tanpa merusak segi lain kehidupanmu.

Keluarkan semua perasaan

via: flickr

Emosi yang dirasakan setelah baru saja putus dengan pacar bisa berupa-rupa dan cenderung ke spektrum negatif. Semakin lama waktu yang dilalui bersama seseorang semakin dalam emosi yang dirasakan. Rasa sedih, penyesalan, melankoli, kecewa hingga ke amarah, takut, dan malu di dalam hubungan yang abusif. Merasakan emosi itu normal, jangan bungkam perasaannya, rasakan semua naik dan turun mood tersebut. Ketika sedih, menangislah, ketika marah rasakan amarahnya. Jangan biarkan perasaanmu ditekan karena akan membangun kepribadian yang apatis.

Berpikir realistis

via: flickr

Dalam infatuasi, seseorang dapat dibutakan dari realita, membangun imajinasi hubungan yang ideal dengan pasangannya. Hal ini dapat membahayakan karena ketika pasangan berpisah, dia tidak hanya berpisah dengan diri yang satunya lagi sebagai individu, tetapi juga semua fantasi yang telah menjadi fondasi hubungan mereka menambah faktor duka. Sering seseorang akan berharap bahwa pasangannya akan berubah suatu saat, lupakan itu karena kemungkinannya sangat kecil, evaluasi situasinya apa adanya baik kenangan yang indah Bersamanya dan juga hal-hal yang membuat kalian memutuskan untuk berpisah

Cari Sahabat Bicara

via: flickr

Ketika pasangan berpisah, seseorang memiliki tendensi untuk mengisolasikan diri, terlebih lagi pria. Berprasangka bahwa teman-temannya akan menghakiminya seseorang akan memilih untuk membungkam diri dibanding terbuka kepada sahabatnya. Kuncinya adalah mencari teman, keluarga, atau konselor yang terbuka, jujur, dan nyaman diajak berbicara biasanya orang-orang yang telah melewati apa yang kamu lewati. Ingatlah selalu ada orang yang bisa berempati dengan perasaanmu. Hindari mereka yang menguras tenagamu dengan menghujanimu dengan pengalaman buruk mereka, carilah mereka yang bisa membuatmu melihat sisi positifnya dan lebih ceria.

Memaafkan

via: flickr

Salah satu hal yang paling sering dipikirkan setelah putus adalah mengapa kita membiarkan diri kita disakiti oleh orang ini. Orang yang menyalahimu mungkin tidak akan memikirkannya dan membiarkan dirimu bergumul dengan hal tersebut dapat merusak dirimu sendiri. Hal yang paling sering di pikirkan kita adalah;

“Tak ada yang mencintaimu”
“Kamu akan selalu sendiri”
“Wanita tak bisa dipercaya”
“Minum dapat menyembukan”
“Kamu harus balas menyakiti orang lain”

Suara dalam hati yang mengkritisasimu ketika sedang melakukan apapun, hal ini dapat merusak tubuh dan psikologismu. Studi membuktikan bahwa hal utama yang menyebabkan gangguan jiwa adalah kritik diri yang berlebihan. Maafkan dirimu sendiri telah membuat dirimu melalui trauma ini, bicarakan hal tersebut tetapi jangan biarkan menjadi candu.

Cari Kegiatan Yang Disukai

via: flickr

Satu hal yang dilupakan ketika Bersama pasangan adalah bersentuhan dengan dirimu secara pribadi, kita terlalu sering memfokuskan energi dan perhatian terhadap orang lain hingga melupakan diri sendiri. Banyak hal yang ingin kita lakukan tetapi terlalu terikat dengan pasangan sehingga memilih untuk menomor duakan hal tersebut, atau ada hal-hal yang dulunya merupakan hobi kita yang tidak disukai oleh pasangan sehingga kita tidak lagi melakukannya. Cobalah semua hal tersebut, olah raga, jalan-jalan, musik, menulis, atau mencoba restauran baru, buatlah kenangan baru yang bisa menutup kenangan-kenangan pahit.

Temui orang baru

via: flickr

Berpacaran sering membuat kita melupakan bahwa ada orang lain di luar sana. Keluar dan berinteraksilah dengan dunia, tanya kabar teman lamamu, mulai percakapan dengan orang lain, perlakukan mereka sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Hal ini akan membuatmu merasa lebih baik. Salah satu cara adalah berpartisipasi dalam bakti sosial, dengan adanya kegiatan kamu akan melupakan kenangan buruk bersamanya dan mengisinya dengan kegiatan yang positif. Tidak menutup kemungkinan bahwa kamu akan bertemu dengan pasangan yang tepat dengan melakukan hal ini. Bacalah artikel bagaimana cara meluluhkan hatinya bila kamu telah siap menjalin hubungan lagi.

Cintailah dirimu sendiri

via: flickr

Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginan, biasanya orang akan menghakimi dirinya sendiri berpikir apakah dia yang salah, apa yang kurang dari dirinya, atau apa yang seharusnya dia lakukan. Jangan, ketika hubungan berhenti itu berarti memang kepribadian kedua belah pihak tidak melengkapi satu sama lain. Tunjukan belas kasih pada dirimu sendiri, perlakukan dirimu sebagaimana kamu ingin diperlakukan ketika mengalami pengalaman buruk. Puji dirimu untuk setiap hal baik yang kamu lakukan, pastikan dirimu cukup makan dan olahraga. Orang yang mencintai dirinya setelah melewati pengalaman traumatis mengalami mimpi buruk, dan pikiran negatif kurang dari mereka yang menghakimi diri mereka.

 

https://personalexcellence.co/blog/how-to-move-on/

https://www.psychalive.org/how-to-move-on/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *